Melalui kegiatan dan acara kelas, kami mendorong siswa untuk menghadapi tugas baru dan tidak dikenal secara langsung melalui pemikiran mandiri, pikiran terbuka, dan kepercayaan diri. Kami membentuk mereka menjadi individu-individu berkualitas dengan keterampilan berpikir yang tajam, siap menghadapi tantangan masa depan.

HIGHLIGHTS

Program Sekolah Menengah Pertama kami bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Self -Regulated Leadership melalui penggunaan fenomena sosial dan alam sebagai konteks untuk mengembangkan ketrampilan hidup yang berorientasi masa depan, seperti kepemimpinan etis, keterampilan berpikir ahli, dan ketrampilan sosial empati.

Siswa diberdayakan untuk membuat pilihan yang baik sambil mengembangkan keterampilan manajemen proyek dan pola pikir STEAM guna menghasilkan solusi inovatif untuk masalah keberlanjutan dalam kehidupan nyata, dan jika memungkinkan, dengan menggunakan teknologi kontemporer.

Sistem Klaster

Program Sekolah Menengah Pertama menerapkan sistem klaster, di mana setiap peserta didik adalah bagian dari komunitas kelasnya sendiri, serta komunitas yang lebih besar, yaitu klaster mereka. Mereka berotasi di antara tiga ruang kelas sesuai dengan jadwal harian mereka dan diajar oleh enam guru. Siswa berada  di komunitas ini selama masa studi mereka di sekolah menengah pertama. Pengaturan ini menciptakan lingkungan bagi mereka untuk menerapkan ketrampilan komunikasi audience-centered, kolaborasi sinergis, dan kepemimpinan etis.

Para siswa dari dua kelompok usia di program sekolah menengah pertama kami juga dikelompokkan bersama dalam satu kelas, menciptakan ruang kelas multi-usia agar lebih menyerupai dunia nyata. Penelitian telah menunjukkan bahwa pengaturan ini memaksimalkan perkembangan sosial-emosional serta kinerja akademis. Hal ini membantu siswa mengembangkan empati, kepercayaan diri, dan kepemimpinan. Pengaturan ini pun menciptakan kesempatan bagi mereka untuk melatih ketrampilan sosial mereka di antara orang-orang dari berbagai usia, seperti halnya di dunia nyata. Ruang kelas multi-usia mempromosikan rasa aman secara sosial-emosional karena peserta didik tetap bersama sebagai bagian dari komunitas klaster mereka.

Membuat Pilihan yang Baik (Making a Good Choice-MAGIC)

MAGIC adalah kelas khusus di mana peserta didik belajar bagaimana membuat rencana, melaksanakan rencana melalui proses belajar yang efektif, dan meninjau ulang pelaksanaan rencana untuk perbaikan ke depannya, dan semuanya berdasarkan minat siswa. MAGIC membangun ketrampilan yang diperlukan untuk pengembangan kecakapan hidup, yaitu membuat rencana dan pengorganisasian, tindakan terhadap suatu rencana, dan meninjau ulang untuk perbaikan.

Dengan terus-menerus berlatih MAGIC, kami membantu peserta didik untuk membuat pola di otak mereka. Jadi, setiap kali mereka dihadapkan pada masalah atau gagasan, mereka akan terbiasa berpikir dalam tiga langkah ini: perencanaan yang baik, proses belajar yang efektif dan efisien, dan tinjauan ulang untuk penyempurnaan dan perbaikan terus menerus.

Para siswa kami mengintegrasikan proyek MAGIC mereka dengan Sustainable Development Goals (SDG), sebagai bagian dari tujuan sekolah untuk menjadi pusat inovasi yang berkelanjutan. Siswa memilih satu SDG dan membuat solusi terkait. Mereka pun menerapkan dan menguji suatu solusi dalam komunitas yang sesungguhnya yang akan mendapat manfaat dari solusi tersebut.

Pola Pikir STEAM

Kami menciptakan pola pikir untuk menghasilkan solusi otomatis dengan menggunakan metode Ilmiah, teknologi yang tepat, design thinking (pemikiran desain), empati, dan daya tarik emosional. Contoh bagaimana pola pikir STEAM dikembangkan adalah ketika siswa menemukan solusi inovatif untuk suatu masalah (sosial ataupun alam) dengan ketrampilan matematika yang dipertajam dengan teknologi.

Pengembangan Karakter, Komunitas & Budaya dan Kerja Komunitas

3CD merupakan mata pelajaran yang mengangkat isu-isu sosial untuk ditelaah dari perspektif berbagai agama di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta didik mengembangkan nilai-nilai untuk mengatasi masalah sosial.

Berbekal nilai-nilai dan ketrampilan dari pelajaran Pengembangan Karakter, Komunitas dan Budaya (Character. Community, and Cultural Development) ini para siswa berpartisipasi dalam kerja masyarakat sebagai bagian dari persyaratan kelulusan mereka. Mereka memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan mengembangkan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna bagi orang lain.

KURIKULUM

Kurikulum kami mempercayai bahwa pembelajaran harus bertujuan untuk tujuan jangka panjang, yaitu keterampilan, nilai, dan konsep. Isi kurikulum dirancang berdasarkan standar internasional, dengan tetap mengacu pada muatan nasional yang disyaratkan oleh pemerintah.

Program sekolah menengah pertama kami mencakup mata pelajaran berikut:

  • Matematika
  • Ilmu Alam
  • Inggris
  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Penelitian sosial
  • Agama
  • Literasi Digital
  • Seni visual
  • Musik
  • Kesehatan Fisik & Mental
  • Membuat Pilihan yang Baik (MGC)
  • Pengembangan Karakter, Komunitas, Budaya (3CD)
  • Refleksi Meta Level
JADWAL KELAS

KEGIATAN SISWA

Siswa mengikuti berbagai Kegiatan Pembelajaran yang mengembangkan pikiran cerdas dan karakter yang kuat melalui peningkatan kemampuan akademik dan sosial. Dirancang khusus untuk berkontribusi pada konstruksi pengetahuan dan kerja komunitas, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang kaya yang memperkuat keterampilan intrapersonal, interpersonal, dan akademik.

Team Building
Project-Based Cycle Presentation
Math Week Celebration
Community Service
F.A.Q

Q: Kurikulum apa yang digunakan Sekolah HighScope Indonesia?

Sekolah HighScope Indonesia merupakan sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), karena HighScope Indonesia mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum HighScope.

Kurikulum HighScope dirancang secara unik untuk mencakup:

  • Standar Internasional
  • Penelitian otak (perkembangan otak dan bagaimana otak belajar)
  • Penelitian terbaru dalam pendidikan

Kurikulum HighScope secara khusus dirancang untuk memberikan landasan akademis yang kaya sambil mempromosikan kemandirian, pengambilan keputusan, kerja sama, kreativitas, dan pemecahan masalah pada anak-anak. Kurikulum HighScope mencakup tujuan pembelajaran, strategi interaksi orang dewasa yang efektif, dan langkah-langkah penilaian yang membantu program memastikan pengalaman berkualitas tinggi untuk semua pelajar.

Penekanan kurikulum HighScope Indonesia adalah tujuan jangka panjang (keterampilan, konsep, nilai) yang diasah dengan menggunakan fenomena alam dan sosial sebagai konteksnya. *

Keunikan HighScope, dengan pendekatan Pembelajaran Aktifnya, adalah kurikulum holistiknya berdasarkan penelitian berbasis otak, yang mempertimbangkan aspek mulai dari rutinitas sehari-hari, aktivitas belajar, interaksi guru-anak, hingga kolaborasi erat antara sekolah dan rumah. Tujuan dari kurikulum kami adalah untuk membantu anak-anak mengembangkan kepemimpinan mandiri (mampu memimpin diri sendiri dan orang lain dalam memberikan kontribusi untuk keberlanjutan).

Q: Apa itu Multi Age?

Kelas multi-age adalah kelas yang terdiri dari siswa yang berbeda usia 1-2 tahun, dalam kelas yang sama. Kelas multi-usia ini menggambarkan situasi kehidupan nyata di mana siswa berinteraksi dengan siswa lain dari berbagai usia dan kemampuan, mis. kelas K dengan kelas 1, kelas 2 dengan kelas 3, dan seterusnya.

Penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas multi-usia mengembangkan keterampilan interpersonal dan akademik. Jika dilihat dari kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan kerja kami, kami bekerja dengan orang-orang yang berbeda usia untuk berkolaborasi dan menghasilkan sesuatu yang berharga. HighScope percaya bahwa dengan memberikan pengalaman kehidupan nyata ini, anak-anak akan belajar bagaimana bersosialisasi dengan orang-orang dari berbagai usia.

Itulah mengapa HighScope menjalankan Kelas Multi-Usia yang terdiri dari kombinasi usia yang berdekatan di kelas yang sama.

Q: Bahasa apa yang digunakan dalam program Sekolah Menengah?

Dari Program Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, Sekolah HighScope Indonesia menerapkan program dua bahasa. Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris & Bahasa Indonesia. Kedua bahasa ini digunakan dalam konteks akademik (bahasa akademik) dan konteks sosial (bahasa sosial).

Dalam konteks akademik, ada beberapa mata pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Inggris & ada mata pelajaran lain yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Contoh mata pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Indonesia adalah pelajaran Bahasa Indonesia, Agama & Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS & PPKN), sedangkan mata pelajaran selain 3 mata pelajaran di atas disampaikan dalam bahasa Inggris. Dalam konteks sosial, Sekolah HighScope Indonesia memiliki program Language of the Day. Bahasa Indonesia & Inggris diucapkan secara bergantian pada waktu sosialisasi dan pertemuan pagi, misalnya Senin dalam bahasa Inggris, Selasa dalam bahasa Indonesia, dan seterusnya.

Dengan diterapkannya Program Dual Language, mahasiswa akan mahir dalam dua bahasa sekaligus, baik secara akademis maupun sosial.

Q: Apakah ada kelas agama di Program Sekolah Menengah HighScope Indonesia School?

Pelajaran agama HighScope adalah Wajib. Ada lima kelas agama di HighScope: Islam, Protestan, Katolik, Hindu & Budha.

Q: Apakah ada Sholat Jum'at di Sekolah HighScope Indonesia?

Setiap hari Jumat, guru agama Islam kami mengarahkan siswa untuk menghadiri shalat Jumat. Wilayah yang digunakan dibedakan berdasarkan tingkatan kelas: SD (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Q: Berapa perbandingan jumlah antara guru dan siswa?

Dukungan yang diberikan dan pengawasan siswa merupakan bagian penting dari pembelajaran di HighScope. Rasio guru terhadap siswa diatur agar guru dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.

Rasio yang diterapkan di HighScope diambil dari rasio yang digunakan oleh National Association for the Education of Young Children (NAEYC). NAEYC adalah organisasi profesional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari anak usia dini hingga usia 8 tahun di Amerika.

Sekolah HighScope Indonesia menerapkan rasio 1:12 untuk SD & SMP.

Q: Seperti Apa jam sekolah di Program Sekolah Menengah?

* Setiap Sekolah HighScope Indonesia memiliki jadwal yang unik.

Q: Apakah ada PR di Program Sekolah Menengah?

Sekolah HighScope Indonesia menerapkan pekerjaan rumah yang disesuaikan dengan tingkat kelas siswa. Pekerjaan rumah dibagi menjadi mata pelajaran utama (seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, IPS & Matematika), tugas mingguan, tugas membaca & pekerjaan rumah cepat.

Kami menjadwalkan pekerjaan rumah berdasarkan kesiapan siswa dan tingkat kelas siswa.

Q: Apakah Sekolah HighScope Indonesia terakreditasi?

Akreditasi adalah proses yang dilakukan oleh lembaga pemerintah & lembaga asing untuk menilai apakah suatu lembaga pendidikan telah memenuhi standar tertentu.

Saat ini sebagian besar sekolah kami terakreditasi “A” atau “DISAMAKAN dari pemerintah. Sekolah HighScope Indonesia – TB.Simatupang juga telah mendapatkan akreditasi dari Western Association of Schools and Colleges (WASC).

WASC adalah asosiasi akreditasi yang terkenal di dunia di Amerika Serikat dan bekerja sama dengan Kantor Sekolah Luar Negeri di bawah Departemen Luar Negeri.

Q: Bagaimana jika anak tidak fasih berbahasa Inggris?

Di setiap Sekolah HighScope Indonesia, siswa baru terlebih dahulu melalui proses "Penyaringan" dengan mengikuti "Uji Kompetensi Dasar". Salah satu mata pelajaran yang dinilai adalah Bahasa Inggris. Selain itu, Sekolah HighScope Indonesia juga meminta calon siswa untuk melengkapi "Persyaratan" penerimaan, salah satunya adalah "Riwayat Rapor Akademik" untuk melihat sejarah pencapaian bahasa Inggris dari sekolah calon siswa sebelumnya.

Jadi, jika Sekolah HighScope Indonesia menerima calon siswa tersebut, maka konsekuensinya mereka harus memenuhi standar Sekolah HighScope Indonesia. Jika mereka membutuhkan dukungan, mereka diwajibkan untuk mengikuti Program Bahasa Inggris Sore (AEP).

Q: Apakah ada tes untuk mengikuti Program Sekolah Menengah HighScope Indonesia School?

Untuk mengikuti program Sekolah Menengah, seorang calon siswa harus mengikuti Tes Kompetensi Dasar (BCT) yang meliputi:

  • Matematika
  • Bahasa Inggris
  • Bahasa Indonesia
  • Penilaian Psikologis

Dan juga wawancara orang tua dan siswa.


Dengan menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian anak, kami membawa proses pembelajaran ke arah yang lebih dari sekedar belajar akademis secara tradisional dan sekaligus mempersiapkan anak-anak untuk sekolah dan kesuksesan hidup masa depan.

PENERIMAAN TENTANG KAMI TUR VIRTUAL