T: Apa itu Kurikulum HighScope?

J: HighScope Indonesia adalah Sekolah Perjanjian Kerjasama (SPK), karena HighScope Indonesia menerapkan Kurikulum Nasional yang terintegrasi dengan Kurikulum HighScope. Pendekatan pendidikan HighScope menekankan "pembelajaran aktif." Pembelajaran aktif berarti siswa memiliki pengalaman langsung dan langsung juga  dengan orang, objek, kejadian, dan gagasan. Minat dan pilihan anak ada di jantung program HighScope.

SHI memfokuskan pada proses pembelajaran, ketimbang sekedar melihat hasilnya. Karena itulah kegiatan menghapal dan ulangan yang rutin bukanlah cara kami mendidik siswa. Siswa kami biasakan untuk berpikir, memahami, mengerti, mengatur, dan memimpin, agar mereka siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Untuk mencapai tujuan jangka panjang ini, siswa diajarkan untuk berlatih menggunakan kemampuan yang diperlukan untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

ES_long-term objective-02

 

Siswa menerapkan keterampilan ini dalam mata pelajaran yang diajarkan serta dalam Plan-Do-Review, di mana siswa mengerjakan proyek yang dimulai, direncanakan, dilaksanakan, dipresentasikan dan ditinjau oleh siswa.

 

T: Apakah HighScope Indonesia terakreditasi?

J: Akreditasi adalah proses yang dilakukan oleh instansi pemerintah dan lembaga asing untuk menilai apakah sebuah lembaga pendidikan telah memenuhi standar tertentu.

Saat ini sebagian besar sekolah kita terakreditasi "A" atau "DISAMAKAN dari pemerintah.

Sekolah HighScope Indonesia - TB.Simatupang juga telah menerima akreditasi dari Western Association of Schools and Colleges (WASC).

WASC adalah asosiasi akreditasi terkenal di dunia, sebuah asosiasi akreditasi regional di Amerika Serikat dan bekerja sama dengan Kantor Sekolah Luar Negeri di bawah Departemen Luar Negeri.

 

T: Apa itu kelas Multiage?

J: Sekolah HighScope Indonesia menerapkan kelas multiage, di mana siswa dikelompokkan menurut kelompok sosial mereka. Kelas Multiage terdiri dari dua kelas yang berbeda seperti kelas K-1, kelas 2-3 dan seterusnya.

 

T: Apa persyaratan untuk menjadi guru HighScope?

J:

Persyaratannya adalah:

  1. Memiliki semangat untuk mengajar anak kecil

  2. Pendidikan minimum S1

  3. Mahir berbahasa Inggris baik lisan & tulisan

  4. Luluslah tes psikologi

  5. Lulus kelas observasi

  6. Lulus tes kompetensi untuk subjek yang akan mereka ajarkan

  7. Lulus demo teaching & wawancara dengan kepala sekolah

  8. Lulus tes kesehatan

  9. Mengikuti program pelatihan guru HighScope 8 minggu

 

T: Apakah ada pekerjaan rumah di program Sekolah Dasar?

J: Sekolah HighScope Indonesia menerapkan pekerjaan rumah yang disesuaikan dengan nilai siswa. Pekerjaan rumah dibagi menjadi tugas pokok (seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan, Ilmu Sosial & Matematika), tugas mingguan, tugas membaca & quick homework. Kami mengatur jadwal tugas rumah berdasarkan kesiapan siswa dan nilai siswa.

 

T: Apakah siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional? Dan, bagaimana HighScope mempersiapkan siswa untuk Ujian Nasional?

J: Peraturan Pemerintah mewajibkan seluruh warga negara Indonesia untuk mengikuti Ujian Nasional. Oleh karena itu, HighScope Indonesia School menyediakan "Bimbingan Belajar" untuk mempersiapkan siswa kelas 6, 9 dan 12 menghadapi Ujian Nasional. Bimbingan Belajar ini diadakan selama 9 bulan dua kali seminggu setelah jam sekolah.

 

Q: Jam berapa anak saya mulai sekolah?

ES Schedule-02

 

T: Bagaimana HighScope menilai anak-anak di program SD?

J: Pendekatan berpusat pada siswa mengharuskan para guru menjadi ahli di bidang penilaian (Assessment). Dari hari ke hari, guru harus bisa melakukan penilaian dengan cara yang sesuai untuk mendapatkan gambaran yang tepat tentang kemampuan tiap siswa dan menerjemahkannya ke dalam strategi pembelajaran.

Sistem penilaian yang otentik dan dilakukan secara terus-menerus (ongoing) ini memerlukan bukti penilaian yang beragam sehingga perkembangan anak dapat terdokumentasikan dengan lebih valid dan terpercaya. Tidak seperti sistem penilaian tradisional yang menekankan pada tes atau ulangan, penilaian yang otentik menggunakan berbagai metode penilaian sehingga perkembangan siswa tergambarkan dengan lebih menyeluruh dan lengkap.

Setiap akhir term, guru membuat ringkasan pencapaian akademik siswa dalam bentuk laporan (rapor) penilaian dan perkembangan. Laporan ini akan dilengkapi dengan laporan Learner Outcomes dan Plan-Do-review di akhir tahun ajaran. Ketiga dokumen laporan ini disatukan ke dalam dokumen bernama Summary of Learning Journey.