Memperkuat Semangat CINTA INDONESIA

melalui Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

 17 Agustus 2020

Dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun di tengah pandemi COVID-19, Sekolah HighScope Indonesia melakukan perayaan yang khidmat di era Normal baru ini, dengan memanfaatkan teknologi online, untuk mengadakan Upacara Bendera Virtual Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang digelar pagi ini, melibatkan 2.925 siswa SD, SMP, dan SMA beserta kurang lebih 1000 orang direktur sekolah, kepala sekolah, guru, karyawan, dan orang tua siswa dari seluruh Sekolah HighScope Indonesia (SHI) yang ada di pulau Jawa, Sumatera dan Bali: SHI TB Simatupang, SHI Kelapa Gading, SHI Alfa Indah, SHI Kuningan, SHI Bintaro, SHI Pluit, SHI Rancamaya, SHI Bali, SHI Medan, SHI Bandung dan SHI Palembang turut serta menghadiri upacara online ini. Yang menarik dari upacara ini adalah dengan ditampilkan paduan suara virtual gabungan 348 siswa dari seluruh Sekolah HighScope Indonesia. Proyek kolaborasi ini dipimpin oleh Hendro Ismoyo Jati,  Koordinator Manajemen dan Kualitas Program K-12 Sekolah HighScope Indonesia dari HighScope Indonesia Institute yang didukung penuh oleh para guru musik dan film dari seluruh Sekolah HighScope Indonesia.

 

SEMANGAT CINTA INDONESIA

“Sekolah HighScope Indonesia teaches students to respect differences, to allow differences, to encourage differences, until differences no longer make a difference.”

 

Nilai-nilai yang terkandung di dalam slogan di atas selaras dengan semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sekolah HighScope Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebangsaan tersebut dengan terus menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak didiknya melalui berbagai pengalaman belajar yang mencerminkan keadaan nyata yang terjadi di dunia.

 

Dalam menyambut perayaan 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Sekolah HighScope Indonesia mengadakan Pekan Perayaan Peringatan Hari Kemerdekaan di mana di setiap sekolah,siswa HighScope diajak untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air melalui setiap kegiatan pembelajaran.

 

Dalam pertemuan pagi hari, mereka membahas peristiwa-peristiwa penting sekitar proklamasi dan memahami nilai-nilai kemerdekaan. Guru-guru menggunakan tema kemerdekaan dalam pembelajaran. Siswa belajar memahami sejarah sebelum proklamasi sampai detik-detik kemerdekaan dalam pelajaran Sejarah, membaca karya tulis atau puisi penyair Indonesia yang mengandung pesan persatuan dan kesatuan Indonesia dalam pelajaran Bahasa, menyanyikan lagu nasional dalam pelajaran Musik, serta menggambar atau menciptakan karya seni yang menggambarkan kondisi kemerdekaan Indonesia dalam pelajaran Seni. Para guru juga mengundang pembicara tamu dari tokoh-tokoh masyarakat seperti Kompol M. Marbun.SH.,MM (Kapolsek Cilandak) dan Rizki Lesus (Jurnalis & Penulis) yang membahas nilai-nilai kemerdekaan dan relevansinya dengan siswa sesuai tingkatan kelas masing-masing dari SD, SMP, hingga SMA.

 

Pekan Perayaan Hari Kemerdekaan yang puncaknya pada Upacara Bendera 17 Agustus ini menjadi tonggak semangat CINTA INDONESIA yang mendasari kegiatan-kegiatan di Sekolah HighScope Indonesia dalam 1 tahun ke depan. Di triwulan kedua nanti, siswa akan mempelajari kekayaan budayabudaya Indonesia dalam Pekan Kebudayaan. Dan di triwulan keempat siswa akan belajar kewirausahaan dalam Business Day, di mana dalam rencana atau proposal usaha mereka, para siswa  wajib menggunakan sedikitnya 60% sumber daya lokal dalam produk yang mereka pasarkan.

MAKNA KEMERDEKAAN

 

Dalam pidato amanatnya pagi tadi, Ibu Antarina S.F. Amir menguraikan makna kemerdekaan bagi para peserta upacara, bahwa merdeka itu bebas menentukan nasib sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. “Kita memang membutuhkan orang lain, untuk bekerja sama, terkadang kita butuh orang lain menjadi pemimpin, tapi kita harus mampu menentukan pilihan hidup kita sendiri, mampu memimpin diri sendiri dan tidak menggantungkan diri pada orang lain.” demikian pidato Antarina S.F. Amir, Founder & CEO HighScope Indonesia. Beliau juga berpesan bahwa kita bisa merdeka jika mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Di akhir pidatonya, beliau mengingatkan kembali kepada semua pelaku dan peserta didik akan nasihat Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara:

 

“Apapun yang diperbuat oleh seseorang itu,

hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri,

bermanfaat bagi bangsanya,

dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”