3R

“Sekolah HighScope Indonesia teaches students to respect differences, to allow differences, to encourage differences, until differences no longer make a difference”.

Kutipan itu terpampang pada salah satu dinding sekolah HighScope Indonesia, yang menggunakan komitmen Sekolah HighScope Indonesia dalam pengembangankan juga menerapkan nilai-nilai gaji dan menghargai berbagai untuk seluruh siswanya. Oleh sebab itu, dalam rangka memberikan pengertian akan konsep mahal dan menghargai bagi seluruh siswa-siswinya, Sekolah HighScope Indonesia menyelenggarakan Sebuah kegiatan lintas agama yang bertajuk 3R (Ramadhan, Retret, Rekoleksi). Kegiatan ini mengimplementasikan nilai-nilai sikap dari dan menghargai. Tema tahun ini “Membangun Toleransi Melalui Sikap Empati di Era Digital”. Tema ini dipilih agar siswa memahami pengaruh media digital pada masa ini & bagaimana bertolerasi lewat sikap empati di era digital.

Kegiatan 3R ini berlangsung satu kali setiap tahun dari tahun 2004 dan selalu bertepatan dengan bulan Ramadhan. Namun jika kegiatan ini dilakukan pada saat Bulan Ramadhan, pesertanya tidak hanya siswa yang beragama Islam saja tetapi juga siswa yang beragama lain yaitu Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Di dalam aktivitas ini aktivitas siswa Jadi umum terbagi menjadi 2 yaitu kegiatan yang sesuai dengan latar belakang agama masing-masing siswa dan aktivitas seluruh siswa tanpa melihat latar belakang agamanya. Rangkaian kegiatan 3R dimulai pada hari Jumat, 25 Mei 2017 dan berakhir keesokan hari. Oleh sebab itu, pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa yang mengikuti kegiatan ini selama 2 hari di sekolah.

Kegiatan 3R ini akan dibuka dengan sesi Hopes & Dreams, Ice Breaking yang akan diikuti oleh seluruh siswa. Dan kemudian berlangsung dengan sesi talkshow umum. Sesuai dengan tema tahun ini, kami mengundang pembicara talkshow dari ICT Watch yaitu Bapak Banyu Murti. ICT Tonton adalah inisiator Internet Sehat sejak tahun 2002, organisasi literasi digital, yang berkampanye mengedukasi masyarakat Indonesia untuk mendukung penggunakan internet secara aman & bijak oleh anak & siswa.

Setelah sesi pembukaan selesai, barulah siswa setelah sesi yang sesuai dengan agama masing-masing. Sebagai gambaran, pada saat siswa beragama Islam menjalankan kewajibannya melakukan sholat Isya dan Tarawih berjamaah, maka siswa yang beragama Katolik, Protestan, Hindu & Budha melakukan diskusi di ruang-ruang yang berbeda dengan Rika pemuka agama masing-masing. Mereka berdiskusi tentang bagaimana siswa mampu mempertanggungjawabkan dan memahami dari semua tindakan mereka serta bagaimana keimanan mereka dalam semua tindakan mereka di era digital. Setelah acara 3R ini dilaksanakan, diharapkan, siswa bisa menjadi pelopor yang mengkampanyekan melalui media digital / sosial dan bisa mengajak orang lain yang membayar adalah kebutuhan.